Urusan Mantan



Dear Sisters,

Pernahkan diantara kalian merasa bahwa pacar kalian sekarang adalah yang terbaik, dan kamu yakin bahwa ujungnya sama dia? 

Dulu, aku sama seperti itu, terbelenggu sama yang namanya ‘pacaran’. Untuk orang yang suka diperhatiin dan kasih perhatian, punya pacar salah 1 caraku dulu untuk melatih diriku merawat seseorang, such as : uD4h m4m LuM? 

Yak emang agak otoy ngerawat orang kok ya sebatas nanya udah makan belom hahahaha. Tapi faktanya gitu kan!! Hahaha pas bilang belom makan, terus ngambeeek 🤣 Tapi banyak juga penyesalan yang aku rasakan dari pacaran. Sakit, dibully, dikhianati, dianggap remeh dan sebagainya. Bisa dibilang, dulu aku labil banget anaknya. Udah tau nyaman sama si A, tapi merasa ‘ah, A kan husband material, jadi aku nanti ujungnya aja sama dia, sekarang sama yang lain dulu.’ Faktanya, nggak gitu. Kita nggak bisa kontrol hidup seseorang, apalagi baru jadi pacar doang. 

Dan dulu, sifat nggak tegaanku juga merusak banget. Bisa gitu, ditembak cowok, terus aku terima cuma karena nggak tega. Efek kebanyakan nonton film Princess, i always love happy ending. The fact is, not all happy ending are the best, also not all bad ending means bad thing. Menurutku, that was my toxic life phase. And please girls, kalo kamu bisa tegas, maka tegas deh. Kalo kamu tau apa yang baik, stay disitu aja, jangan gampang goyah. Semenjak kejadian ini, jadi belajar banget mengambil keputusan bukan asal bikin orang lain seneng aja, tapi Allah senang nggak? Baik nggak untuk kehidupan kamu sekarang dan nanti?

Dan ku yakin, pasti untuk kalian yang pernah pacaran, jatuhnya jadi banding-bandingin 1 mantan dengan mantan yang lain. Dan berharap si mantan terbaik ngajak balikan. I was there too! Walopun misalkan ternyata kalian masih saling sayang, tapi yang namanya mantan, pasti ada alasan kenapa putus. Dan ada keraguan kenapa harus balik sama dia? Nanti kejadian dulu terulang. Dll dll. Untuk sampai di titik aku menemukan jodohku sekarang, nggak mudah juga. Aku menganggapnya, aku pernah menyakiti orang lain (disini mungkin mantan ya), nggak heran kalo aku juga disakiti. Aku pernah di dalam toxic relationship yang ku pikir aku nggak akan bisa keluar. But i did. 

Kenapa susah banget lepas saat sudah tau berada di hubungan nggak sehat? Karena kita takut hilang kenyamanan. Takut nggak ada cowok lain lagi yang bisa ngertiin kita. Takut nggak ada cowok lagi yang mau sama kita. Dan segala ketakutan lainnya. 

Ada yang aku lupa saat itu. Bahwa semua itu di bawah kontrol Allah. Bahwa Allah pasti siapkan jodoh terbaik buat kita, kalo kita juga terus berdoa, berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan semua dilakukan karena Allah aja, termasuk keputusan menikah. Niatin karena ibadah, karena menikah itu ibadah kita seumur hidup. Aku menyesal pernah jauh dari Allah, seeeeejauh itu. Nggak ada kenyamanan dan ketenangan yang aku dapetin selain saat aku limpahkan semuanya ke Allah. 

Jangan takut tinggalkan kalo memang hubungan kalian sudah toxic. Atau hubungan yang menjadikan kalian orang yang jauh sama Allah. Kalo kalian merasa nggak toxic tp juga nggak ada progress menuju lebih baik juga, better say bye. Saat menikah, semua aib & keburukan terbuka nganga, dan apakah kita sanggup menghadapi itu semua kalo nggak kita sama2 dengan pasangan berusaha untuk jadi lebih baik?

Step by step, pelan-pelan asal istiqomah. Semoga Allah kasih kita dan pasangan waktu lebih untuk terus membenahi diri. Dan semoga kita diizinkan berpasangan lagi, berkeluarga lagi dengan pasangan kita di surga nanti. Aamiin


Post a Comment

My Instagram

Copyright © Vendryana's Life Journal. Designed by OddThemes