dream a little dream of me

Sunday, October 09, 2011




Saat itu, waktu menunjukkan pukul 6 sore, saya memutuskan untuk pergi ke taman. Schanzenpark namanya. Keadaan saat itu lumayan ramai, banyak orang yng sekedar duduk-duduk, ngobrol, bahkan bermain musik. Semua menikmati waktunya masing-masing, termasuk saya. Sampai saatnya saya menemukan tempat yang nyaman untuk duduk dan berbekal 1 doener pizza, aplesaft (apple juice), 1 bungkus coklat besar hadiah ulang tahun dari teman saya. Bekal yang cukup banyak ya untuk hanya duduk di taman.

Saya buka notebook saya, teman yang selalu bersama saya kemana pun saya pergi. Saat inspirasi datang tanpa diduga, itulah gunanya si teman saya yang satu ini, menyediakan tempat untuk si inspirasi. Sore itu, saya pejamkan mata saya, saya nikmati suara angin musim gugur di Hamburg. Ya, di Hamburg, sekejap saya merasa sedang bermimpi.Saya bertanya pada diri saya sendiri ; "Dimana saya?". Saya bukan di tempat yang ramai oleh mobil, orang-orang, panas yang terik, bukan di tempat yang mudah untuk mendapatkan es teh manis. Bukan. Cuaca saat itu cukup dingin, sampai saya bisa mendengar suara gigi saya beradu. Saya rindu Jakarta. Saya rindu keluarga saya, teman-teman, dan juga orang-orang  yang saya sayangi. Saya rindu kehangatan itu, sampai saya tidak sadar kalau air mata saya keluar tanpa izin terlebih dahulu.

Cukup dengan mengatur nafas, saya kembali pada diri saya. Kembali kepada topik di pikiran saya saat itu, yaitu mimpi.

Saya menghabiskan waktu sekitar 2 jam di taman hanya untuk memikirkan tentang mimpi saya, cita-cita saya, dan bagaimana saya dapat mencapainya. Isi kepala ini terlalu banyak, terlalu banyak mimpi yang saya punya. Tapi saya punya satu tujuan, BAHAGIA. Bahagia ini sangat luas, saya akan bahagia apabila saya bisa membahagiakan orang-orang terdekat saya, bahkan orang-orang di lingkungan saya, di kota saya, di negara saya, di dunia saya. Mimpi itu terlalu kecil untuk bisa mencakup semua. Tapi apa berarti saya berhenti berjuang? Apa berarti saya mundur dan mencoba lebih realistis? Hei, ini realistis, ini lah saya. Saya hidup dengan passion dan mimpi saya, semua saya lakukan berdasarkan dua hal itu, passion and dream. 

Penting? Untuk saya : Iya.

Baik, mari persempit hal ini. Apa kabar cita-cita saya dulu jadi dokter? Toh sekarang saya kuliah di food science, redup kah mimpi itu? Apa kabar saya dulu ingin sekali jadi sutradara di sebuah pertunjukan teater? Apa kabar juga keinginan terpendam saya untuk menjadi penari? Sekarang apa yang ada di depan mata saya, saya dikelilingi oleh beragam hal mengenai makanan. Saya bukan pemilik restoran, saya bukan ahli nutrisi, saya bukan ilmuwan, tapi saya ada di dunia ini. Terpaksa? Tidak.

Seiring berjalannya waktu, saya menemukan satu garis merah yang menghubungkan ini semua. Diantara semua cita-cita saya jaman dulu (dokter, sutradara, penari) saya menemukan persamaan. Ada sensasi tersendiri apabila saya bisa menyembuhkan orang lain (setidaknya itu yang saya percaya), ada sensasi sendiri apabila saya mendapatkan tepuk tangan yang meriah selesai menari, atau setelah menggelar pertunjukan teater. Apa persamaannya? Ada sensasi tersendiri setelah melihat orang lain bahagia karena apa yang telah kita lakukan.

Now,

It doesn't matter, saya bukan mahasiswa kedokteran, bukan sutradara, ataupun bukan seorang penari. Ternyata saya bisa mendapatkan 'sensasi' tersebut ketika saya melakukan food safety education untuk anak-anak sekolah dasar, setelah saya mendapatkan respon yang baik dan positif dari pembaca goodfoodgood, setelah menghasilkan masakan yang enak. Saya bisa mendapatkan kebahagiaan itu dari makanan. Ga sekedar saya sebagai tukang makan, tapi juga sebagai trainer, sebagai kontributor goodfoodgood, sebagai tukang masak asal. Hei, ini passion saya. Passion saya, untuk membuat orang lain bahagia (dan tentu juga saya bahagia) melalui dunia makanan, dunia pangan, dunia kuliner, whatever you want to say. Mimpi saya, tentu saja untuk mendukung passion saya. Mimpi saya. semua orang akan bahagia dengan makanan yang mereka makan. Mau sesimple apapun makanan itu, yang pasti semua senang. Perasaan senang itu akan datang kalau kita memiliki hidup yang berkualitas. Bukan, bukan dengan uang melimpah, cukup dengan sehat. Pasti senang bisa lihat orang-orang terdekat kita bisa menemani kita setiap hari, apalagi kalau mereka dalam keadaan sehat.

My own conclusion is good food brings happiness. Dan mengingat tujuan saya awal yaitu BAHAGIA, berarti dengan good food saya jadi semakin dekat dengan tujuan saya. Hal itu yang menjadi mimpi saya, karena setiap orang berhak untuk mendapatkan makanan yang baik dan sehat, setiap orang berhak mendapatkan hidup yang berkualitas, setiap orang berhak untuk mendapatkan kebahagiaannya. 3 hal yang menjadi mimpi saya secara garis besar ; memiliki restoran sendiri (probably it'd be Indonesian restaurant), restaurant itu menggunakan bahan baku asli dari Indonesia, dengan harapan bisa meningkatkan taraf hidup petani Indonesia walaupun sedikit. Selain itu, saya ingin punya food foundation dimana saya bisa mengajak semua orang untuk bergabung untuk terus menyebarkan pentingnya makanan sehat, memberi makanan kepada mereka yang kurang beruntung. Tau tidak siapa orang yang paling menginspirasi saya? It's him, Jamie Oliver. Muluknya, saya ingin sekali seperti beliau, punya restaurant, punya foundation, dan yang paling keren ; food revolution!


I know it is too broad, and it sounds impossible for the person like me. But i'm working on it, never know if we don't try. Saya tidak bilang saya sudah punya itu semua, saya sendiri kurang tahu kapan cita-cita ini akan terwujud. Tapi saya punya keinginan yang sangat kuat untuk mewujudkan semua itu. Pelan-pelan. Suatu saat, waktu itu pasti akan datang. Dengan mengingat mimpi-mimpi kita dan melakukan apapun dengan passion kita, semua terasa mungkin, semua terasa lebih mudah, dan lebih bersemangat. Maka dari itu, dream and passion, these 2 things are quite important for my life.

Jadi seberapa penting mimpi dan passion untuk hidup kamu?


You Might Also Like

3 comments

Indovidgram

Find out more about Indovidgram, our short-format video creator community. Currently, the biggest video creator community in Indonesia, with more than 2.8 million followers & more than 2k creators.

BA-NA-NA

BA-NA-NA is my clothing line, together with @benakribo & @mahacakrie. Actually, BA-NA-NA is more to a concept store, rather than a clothing line. Youthful, Creative, and Timeless that's us. :)