kesempatan

Wednesday, July 20, 2011




Gw baru aja ngetweet itu, dan sadar bakal jadi continous tweets, gw langsung kabur ke blog hehe.
Ya, hal ini terngiang2 banget di kepala gw gara2 tadi baruuuuu aja gw pulang dari desa. Hal ini udah jadi kebiasaan gw bolak balik ke desa untuk wawancara penduduk tentang produk yang gw dan temen2 sosialisasiin (Minyak Sawit Merah, SawitA). Gw belum pernah post ttg SawitA disini ya? Yampun, padahal itu bermanfaat banget buat kesehatan kita semua. Kalo gw bilang produk itu bagus, bukan karena gw mau iklan tp emang bagus. Gw ga akan bilang produk itu baik atau bagus kalo gw ga punya bukti :D --- oops later yaa gw ceritain lengkapnya :)

Kita sebagai manusia pasti sering dihadapi dengan berbagai cobaan, mengeluh, dan merasa iri dengan kesuksesan orang lain. Kenapa dia bisa begitu ya? Kenapa kok rasanya dia gampang banget cari kerja? Kok dia gampang banget cari pacar? Kok dia bisa pacarin gebetan gw? Kok dia selingkuhin gw? kok dia nolak gw? kenapa.....mmm sebelum galau, lebih baik gw stop si 'kenapa' ini :P

Gw yakin sebenarnya setiap orang itu memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh kehidupan yang lebih baik, cuma sadar atau enggak, kita sering melewatkan kesempatan itu, atau udah kalah duluan sama yang namanya MALES, MINDER, MALES, MALES, MALES. Mungkin beberapa kali gw seperti itu juga.

Seperti biasa, gw td baru dari desa Sinarsari, tempat gw ambil data buat skripsi gw, sosialisasiin produk SawitA, dan wawancara target penyuluhan gw. Tadi gw wawancara mereka dengan metode kuesioner, jadi gw wawancara berdasarkan kuesioner yang dikasih dari pihak kampus. Di kuesioner itu ada tawaran untuk para responden gw menjadi agen atau ngejualin produk SawitA. Menurut gw, itu bener2 kesempatan untuk mereka. Karena most of them = jobless dan tentu saja kekurangan dalam hal membiayai hidup mereka. Responden gw mostly dari kalangan keluarga kurang mampu, yang penghasilan seharinya sekitar 10ribu, dan yang kerja cuma bapaknya, lalu anaknya banyak :'( Kebayang kan, gmn mereka harus menghidupi keluarganya??? Well gw pikir, i was there to help them even just a bit, tapi sangat disayangkan ternyata mereka ga memanfaatkan kesempatan itu, too bad.

Menurut mereka, ibu2 itu kerjaannya cuma di rumah aja, atau gara2 punya bayi (ini masih gapapa), dan beberapa dari mereka merasa ga bisa untuk menyampaikan dengan baik, mereka udah takut duluan. Bahkan setelah gw tawarkan bantuan biar gw buatin tulisan apa aja yang harus mereka omongin kalo jd agen, cara ngomongnya, mereka tetep gamau dan ga pede. Well gw ga boleh memaksa,tapi gw sayang aja mereka ga memanfaatkan kesempatan itu. Untuk tambahan penghasilan mereka, supaya mereka bisa sekolahin anak2nya yang rata2 SD pun ga lulus :'( Mereka lebih senang nunggu pemberian orang lain daripada berusaha. Itu yg gw tangkep, mind setnya masih sempit dan daya juangnya kurang sekalli, TOO BAD.

Walaupun mereka sudah dibilang cukup bahagia dengan keadaan sekarang, tapi menurut gw, mereka punya kesempatan yang sama dengan orang2 yang tinggal di kota, yang penghasilannya lebih tinggi padahal ga lulus SD juga. Bahkan banyak orang2 beruntung yang mungkin ga lulus sekolahnya tp bisa sukses. Gw rasa karena orang2 seperti itu bukan hanya memanfaatkan kesempatan tapi juga mencari kesempatan. Mereka, warga2 desa yang jadi responden gw, berhak untuk dapetin hidup yang lebih baik dari sekarang. Gw berharap, gw bisa bantu membuka pikiran mereka, kalau dengan usaha yang sungguh2 kita juga bisa memperoleh sukses, kesempatan dan kemungkinan itu pasti ada. 

Di program ini, kampus gw maupun dinkes ga mengambil keuntungan besar. Kita hanya ingin masyarakat Bogor dan nantinya seluruh Indonesia sehat, penyakit mata berkurang, kesehatan masyarakat meningkat dan tercipta generasi lebih baik. Kita nawarin mereka jadi agen bukan buat meraup keuntungan tp untuk mempermudah mereka dalam memperoleh produk dengan harga lebih murah. Tapi karena di mind set mereka 'ga bisa jualan' jadinya udah mundur sebelum berjuang. TOO BAD. Padahal jadi agen disini bukan kayak jadi agen di MLM2 itu, yang pake downline upline dan sebagainya..

Hal ini rasanya nendang gw banget, karena kalo dianalogiin sama kehidupan gw, gw merasa banyak sekali kesempatan datang dan gw ga memanfaatkan sebaik2nya, akhirnya gw nyesel dan nyesel. Dan gara2 ini. gw jd merasa ini adalah petunjuk dari Allah SWT untuk segala doa gw, kalo 'ajakan' dosen gw untuk sidang bulan Agustus sebelum gw berangkat kesana itu HARUS DICOBA. Gw emang merasa ga mungkin ngedraft dalam waktu kurang dr sebulan langsung sidang. Tapi bayangin aja kalo gw berhasil sidang bulan Agustus, gw pulang dari sana tinggal revisi dan gelar sarjana udah di tangan!! Gw merasa ini kesempatan yang ga boleh disia2kan. Kalo seandainya ga sidang Agustus ini gmn? Ya gapapa, at least i've tried my best dan yang terpenting... gw memanfaatkan kesempatan gw.

Kita mau jadi apa nanti, mau gimana hidup kita, itu semua bergantung dari gimana usaha kita, kesungguh2an kita, dan jangan lupa "minta" alias doa sama Allah SWT. Gw yakin, Allah tu bakal denger doa kita yang sungguh2 dan mengabulkannya apapun itu asalkan positif. Ya, gw yakin. 

Jadi buat teman2 yang merasa hidupnya gitu2 aja, jangan salahkan siapa2, coba inget2 lagi, kesempatan apa aja yang selama ini udah terbuang, yang selama ini lo sia2kan. Percaya, Tuhan itu adil. Semua orang diciptakan baik dan diciptakan untuk melakukan hal yang baik pula. Selama tujuan lo positif, yakin kalau itu pasti bisa terwujud.

Jangan sia-siakan kesempatan yang dateng yaa.. Karena ga semua kesempatan datang dua kali. Huaah jadi panjang deh postingannya, gw cuma mau numpahin semua yang ada di otak gw aja hehe. Tetap positif daaan semangat teman2! :)

You Might Also Like

5 comments

  1. iya vendry, boro2 orang desa mahasiswa kanan kiri kita juga byk yang kaya gitu (walaupun mereka punya otak dan sumber daya yang lebih), setuju banget! Tugas kita buat mereka "nyemplung", biar kebuka pikirannya

    "Jangan salahkan Tuhan kalau anda terlahir kekurangan, salahkan diri anda sendiri apabila anda meninggal dalam keadaan kekurangan"

    ReplyDelete
  2. Kalimat terakhir... beeeeeuuhhh NICE BANGET AGYYYYY!! Double agree!! :D

    ReplyDelete
  3. Kalimat terakhir... beeeeeuuhhh NICE BANGET AGYYYYY!! Double agree!! :D

    ReplyDelete
  4. yap, kadang secara ga sengaja gue juga suka ngancurin kesempatan emas yang Tuhan kasih.

    selain kurang pede mungkin karena di masyarakat kita udah tumbuh suatu anggapan kalo perempuan (istri) itu kerjanya cuma di dapur, sumur, sama kasur. itu juga keknya yang musti agak dirubah. hmmmm.....

    ReplyDelete
  5. thx for ur comment!

    yaa perempuan memang begitu seharusnya, tp ga berarti perempuan ga dpt kesempatan yang sama kayak laki2.

    biar misalnya tu perempuan jd ibu rumah tangga, tetep bisa dong mengambil kesempatan sesuai dengan kemampuan yg ada :D

    ReplyDelete

Indovidgram

Find out more about Indovidgram, our short-format video creator community. Currently, the biggest video creator community in Indonesia, with more than 2.8 million followers & more than 2k creators.

BA-NA-NA

BA-NA-NA is my clothing line, together with @benakribo & @mahacakrie. Actually, BA-NA-NA is more to a concept store, rather than a clothing line. Youthful, Creative, and Timeless that's us. :)